Tips agar wangi parfum tahan lama

Tampil segar dan wangi di setiap kesempatan merupakan salah satu cara mendongkrak rasa percayadiri. Tak ayal, parfum diandalkan untuk membuat kita tampil wangi sepanjang hari. Namun, beberapa hal ternyata bisa membuat aroma parfum Anda cepat pudar. Karena faktanya, beberapa orang memilih parfum dengan komposisi antara sari parfum dan alkohol yang seimbang. Selain itu, aroma parfum cepat hilang karena perubahan tipe kulit dan juga sinar matahari. Karena wewangian cenderung menguap ke atas, jadi pastikan saat menyemprotkan parfum dari bagian bawah tubuh. Berikut ini tips agar wangi parfum Anda tetap tahan lama:

Pertama kita bahas dulu tips agar wangi parfum tahan lama saat digunakan, berikut tipsnya :

1. Kenali jenis parfum

Pada dasarnya parfum dibagi dalam 4 golongan :

– Perfume, kandungan minyak wangi sekitar 22%-25% =
Tingkatan tertinggi adalah “Perfume”. Produk berlabel ini tergolong mahal karena diencerkan dengan minyak esensial berkonsentrasi tinggi. Konon, kandungan minyak wanginya hingga 22 persen, sehingga aromanya lebih kuat dan bertahan lama.

– Eau de Parfum (EDP), kandungan wangi 15%-22%
– Eau de Toilette (EDT), kandungan wangi 8%-15%
– Eau de Cologne (cologne), kandungan wangi 4% = Aroma
parfum akan mampu bertahan hingga lebih kurang 6 jam, sangat tergantung dengan reaksi kimiawi tubuh Anda. Dengan mengenali golongan parfum kita bisa menentukan sendiri seberapa banyak parfum akan kita semprotkan ke tubuh agar wangi tahan lama.

2. Gunakan di titik-titik yang tepat

Jangan semprotkan parfum ke tubuh secara sembarangan, karena hasilnya tidak akan maksimal. Saat menyemprotkannya, perhatikan juga suhu dan kelembaban tubuh Anda. Parfum akan bereaksi dengan suhu tubuh, dan sebaiknya semprotkan pada beberapa titik nadi, seperti:

– Pergelangan tangan,
– Leher
– Dada
– Siku

Selain karena titik-titik tersebut sangat jarang bergesekan dengan benda atau dengan bagian tubuh lain yang mengakibatkan wangi parfum menghilang, titik- titik tersebut memiliki panas tubuh yang efektif memancarkan aroma
parfum secara alami.

3. Waktu yang tepat

Menggunakan parfum haruslah juga dalam waktu tepat, misalnya sehabis mandi karena pori-pori tubuh masih terbuka sehingga wangi parfum akan mudah meresap di tubuh, namun dengan catatan tubuh haruslah sudah kering, ini untuk menghindari kontak dengan air sisa mandi dan aroma sabun yang masih melekat yang dapat merubah wangi parfum. Penggunaan body lotion atau penghilang bau badan akan lebih memaksimalkan wangi parfum, agar wanginya tidak bertabrakan dengan bau badan.

4. Jangan terlalu “wangi”

Saat berdekatan dengan seseorang, aroma wangi parfum Anda seharusnya akan tercium sebagai aroma alamii tubuh, sehingga tidak mengganggu “hidung” lain yang menghirupnya. Aroma tersebut menjadi ciri khas Anda. Saat teman mencium bau tersebut, ia akan teringat pada Anda. Tapi jika aroma wangi yang terlalu menusuk tercium saat Anda memasuki ruangan, itu artinya penggunaan parfum Anda terlalu berlebihan. Agar wanginya tetap tahan lama, Anda bisa menambahkan sedikit saja semprotan parfum
pada siang atua sore hari. Jangan lupa, semprotkan parfum di tempat yang tepat yaitu toilet, karena menyemprotkan parfum di meja kerja, itu sama saja memangganggu teman yang tidak terlalu menyukai aromanya.

5. Kebiasaan salah

Sebaiknya hindari menyemprotkan parfum di belakang telinga. Sisa kotoran tubuh, misal keringat dan kotoran belakang telinga saat bercampur dengan parfum bisa menimbulkan bau yang tidak sedap. Satu lagi kebiasaan salah yang sering dilakukan adalah menggosok pergelangan tangan sesaat setelah menyemprotkan parfum. Kebiasaan ini justru mengurangi efek wangi dan merusak aroma alami parfum. Biarkan parfum menyerap di kulit tanpa perlu digosok usai disemprotkan.

Tips kedua adalah tips menyimpan parfum agar wangi parfum tahan lama :

1. Hindari sinar matahari langsung
Kandungan parfum sangat sensitif terhadap panas. Perubahan suhu ataupun paparan dari sinar matahari akan membuat konsentrasi wewangian dalam parfum berkurang.

2. Jangan disimpan di kulkas
Tidak sedikit orang beranggapan menyimpan parfum di kulkas sangatlah efektif karena akan mudah mengatur suhunya. Namun menurut Fragrance Foundation, organisasi global bergerak di bidang industri parfum, menyimpan parfum di kulkas tidak tepat. Parfum sebaiknya tidak disimpan dalam suhu terlalu panas atau dingin karena bisa menganggu keseimbangannya. Apalagi proses mengeluarkan dan menyimpan kembali parfum ke dalam kulkas menyebabkan fluktuasi perubahan suhu yang bisa merusak kandungan parfum. Terkecuali cologne memang cocok untuk disimpan di dalam lemari pendingin.

3. Hindari menyimpan parfum di tempat lembab dan beruap
Menyimpan parfum ditempat lembab pun dapat membuat parfum berumur pendek, Selain itu, untuk Anda yang sering mandi air panas, uap dari pemanas ruangan saat mandi bisa memicu oksidasi dan perubahan warna pada parfum. Karena itu, hindari menyimpan parfum di kamar mandi dan pastikan selalu menutup botol parfum usai menggunakannya.

4. Disimpan di laci
Simpanlah parfum dilaci yang mempunyai suhu udara yang stabil, usahakan untuk menyimpan parfum dalam dus aslinya.

5. Menggunakan botol gelap
Parfum dengan botol transparan akan berumur lebih pendek ketimbang dengan parfum dengan botol gelap, karena botol dalam warna gelap lebih dapat meredam cahaya matahari.

6. Memilih botol kecil
Usahakan untuk memilih botol kecil, atau sesuai dengan volume parfum. Karena memilih botol besar akan membuat parfum meguap apalagi yang mengandung alkohol. Jika penyimpanannya tidak tepat menggunakan botol besar akan membuat kandungan parfum lama-lama akan berkurang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s